Keuntungan Kerugian Pembakaran Limbah B3

Pembakaran (incineration) merupakan salah satu metode yang digunakan oleh industri dalam penanganan limbah, baik itu limbah biasa maupun limbah B3. Di samping metode pembuangan yang lain, pembakaran merupakan salah satu metode yang banyak menimbulkan pro kontra dari banyak pihak. Mengapa? Karena praktik ini ternyata bukanlah metode yang paling aman untuk menangani limbah, khususnya limbah B3.

Pembakaran dengan menggunakan energi yang dapat diperbaharui dipertimbangkan sebagai metode pengolahan limbah terbaik dibandingkan pembuangan daratan. Pembuangan di darat merupakan praktik yang paling sering dilakukan dalam manajemen limbah, namun kebutuhan akan luas daratan dan fakta bahwa pembuangan di darat dapat mencemari air bawah tanah membuat metode ini dipertanyakan. Namun pembakaran pun dibuktikan belum efektif untuk menangani limbah karena hanya mampu mengurangi 10% dari jumlah limbah sebenarnya.

Keuntungan Pembakaran Limbah

Limbah B3 yang telah dipisahkan dan dikelola sehingga aman untuk dibuang juga melalui pembakaran agar sisa-sisanya dapat dihilangkan secara langsung. Pembakaran merupakan metode pembuangan hemat uang di bidang transportasi dan tidak menghasilkan jejak karbon yang dihasilkan transport seperti pembuangan darat. Menghilangkan 10% dari jumlah limbah cukup banyak membantu mengurangi beban tekanan pada tanah. Pembuangan darat juga bukan merupakan tempat yang menyenangkan karena dipenuhi oleh hama dan serangga, sedangkan tempat pembakaran memiliki struktur seperti pabrik.

Rencana pembakaran waste-to-energy (WTE) juga memberikan keuntungan yang besar dimana limbah normal maupun limbah B3 yang dibakar mampu menghasilkan listrik yang tentu berkontribusi pada penghematan ongkos. Pembakaran 250 ton limbah per hari dapat memproduksi 6.5 megawatt listrik sehari (berharga $3 juta per tahun).

Kerugian Pembakaran Limbah

Karena pembakaran memiliki instalasi seperti pabrik maka aka nada ongkos tambahan dalam pembangunan situs pembakaran limbah. Pemerintah di beberapa negara mempertimbangkan dengan sangat ketat mengenai instalansi pembakaran dan hanya mempertimbangkan jika WTE diperkenalkan. Karena kebutuhan akan jumlah limbah yang perlu dibakar maka ada pembiaran pada rencana yang lain yaitu menggunakan ulang dan mendaur ulang limbah. Selain itu pembakaran limbah juga menghasilkan emisi gas yang memberikan efek rumah kaca.

Baik itu efek teknis maupun lingkungan, pembakaran limbah normal maupun limbah B3 belum bisa menjadi metode yang mampu memuaskan semua pihak. Namun dalam praktiknya pembakaran limbah mampu berkontribusi pada pengurangan kuantitas limbah yang dibuang di daratan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s