1

Sistem Pengolahan Air Johkasou

Pengolahan air limbah di negara manapun membutuhkan teknologi yang tepat agar dapat produk limbah air yang dihasilkan tidak membahayakan lingkungan maupun manusia. Negara Jepang, seperti negara-negara lainnya juga memiliki, teknologi untuk mengolah air limbah yang diberi nama sistem Johkasou. Sistem ini diinisiasi oleh pemerintah Jepang pada tahun 1950-1970an menyadari adanya pertumbuhan ekonomi yang cepat dan masyarakat Jepang mencari gaya hidup yang lebih sejahtera dan terdapat peningkatan permintaan flush toilet. Sistem Johkasou dimaksudkan untuk proses pengolahan air limbah rumah tangga. Dan di akhir tahun 1980an pengolahan air limbah rumah tangga dapat dilakukan secara individual maupun secara kompleks dengan menggunakan johkasou.

Regulasi Sistem Johkasou

Teknologi pengolahan air limbah dengan menggunakan sistem Johkasou pun diatur oleh UU Jepang. Pada tahun 1983, pemerintah mengeluarkan kerangka hukum untuk meregulasi seluruh proses, sebagai contoh manufaktur, pemasangan, dan manajemen sistem johkasou dibawah satu hukum yang disebut Hukum Johkasou. Regulasi ini bertujuan juga untuk meredefinisi tanggung jawab dan tugas personel yang terlibat dalam bisnis johkasou dan untuk menghasilkan sistem sertifikasi bagi teknisi johkasou.

Pada tahun 2000, Hukum Johkasou direvisi dimana pada hukum tersebut disebutkan bahwa pemasangan johkasou harus memenuhi variasi gappeo-shori johkasou, yaitu tipe terbaru. Sistem Johkasou telah digunakan untuk memainkan peran yang sangat besar, tidak hanya untuk pengolahan air limbah domestik, namun juga untuk meningkatkan lingkungan nasional yang akuatik dan untuk merealisasikan perkembangan resirkulasi air.

Keuntungan Sistem Johkasou

  • Produksi johkasou merupakan produksi dalam jumlah besar, di mana harga johkasou dapat diakses oleh individu siapapun. Sebuah johkasou dalat dipasang di ruangan yang kecil dan tidak membutuhkan prosedur yang rumit seperti pengesahan lahan.
  • Pemasangan yang tidak rumit membuat instalasi johkasou berlangsung efektif dan tidak membutuhkan banyak waktu.
  • Berkontribusi untuk mempertahankan kualitas air di sungai-sungai kecil dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih.
  • Air yang telah diolah oleh Jokahsou lebih mudah untuk digunakan ulang.
  • Lebih tahan gempa dan bencana alam lainnya karena tidak menggunakan sistem pipa yang rumit.

 

0

Manfaat Pengelolaan Limbah B3 yang Tepat

Limbah di rumah pun memiliki kategorinya masing-masing dan limbah B3 merupakan salah satu limbah yang tidak dapat dihindari dalam aktivitas di rumah sehari-hari. Penggunaan produk yang mengancung racun dalam bentuk apapun membutuhkan pengolahan yang tepat juga. Limbah B3 tidak dapat diperlakukan seperti limbah organik maupun anorganik lainnya. Namun sering kali pentingnya pengolahan limbah B3 yang tepat tidak tersosialisasikan dengan baik. Maka ada beberapa keuntungan yang dapat dirasakan jika kita memulai mengolah pembuangan limbah B3 rumah tangga.

1. Mengurangi dan mendaur ulang limbah B3 rumah tangga mengkonservasi sumber daya dan energi yang terbuang selama produksi

Proses produksi produk yang mengandung bahan-bahan berbahaya tentu sama dengan produk lainnya, membutuhkan bahan baku dan energi untuk kemudian diolah agar dapat dikonsumsi. Mengingat jumlah bahan baku dan energi yang digunakan, setiap limbah B3 rumah tangga yang dibuang dengan percuma sama dengan membuang sekian sumber daya alam dan energi yang telah dikeluarkan. Maka, mengurangi dan mendaur ulang serta mengolah limbah B3 dengan tepat akan membantu efisiensi energi

2. Menggunakan lagi limbah B3 rumah tangga sama dengan menghemat uang dan mengurangi energi untuk mengolah substansi beracun

Menggunakan lagi di sini berarti secara kreatif mencari pilihan alternatif selain membuang limbah B3. Sebagai contoh kita dapat mengubah baterai-baterai bekas menjadi karya tangan. Dengan berpikir kreatif dan inovatif dalam penggunaan ulang limbah-limbah tersebut maka kita berkontribusi pada penghematan energi dalam skala sederhana.

3. Pembuangan limbah B3 rumah tangga yang tepat dapat mencegah polusi yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan

Keuntungan terakhir ini merupakan keuntungan berorientasi masa depan, di mana kualitas sampah yang kita buang mempengaruhi pengolahan secara keseluruhan dan berpengaruh bagi lingkungan. Sebagai contoh, dengan tidak membuang obat kadaluarsa di saluran air, kita dapat mencegah terjadinya polusi air secara signifikan.

0

Aseton, Limbah B3 Rumah Tangga

Limbah B3 dalam rumah tangga memiliki kesulitan dan tantangannya sendiri dalam pengolahan dan penanganan. Bahannya yang mudah terbakar, beracun, dan mampu menganggu kesehatan lingkungan menjadikan limbah ini perlu mendapat perlakuan yang lebih awas. National Geographic memberikan beberapa pemahaman mengenai bagaimana ‘bekerja’ dengan peralatan rumah tangga yang mengandung B3, salah satunya adalah aseton.

Bagaimana menggunakan aseton?

Di laboratorium dan perusahaan manufaktur, aseton digunakan untuk mengekstrasi lemak, resin, dan lilin. Karena aseton mampu menghapus sisa minyak dan kontaminan, aseton digunakan untuk membersihkan peralatan gelas laboratorium. Di rumah, aseton sering kali digunakan untuk menghapus cat kuku. Yang perlu diperhatikan ketika menggunakan aseton untuk menghapus kuku adalah menggunakan sarung tangan untuk menghindari cairan menyentuh kulit. Ketika membersihkan cat kuku menggunakan aseton perlu juga mencari ruangan dengan area berventilasi.

Apa bahaya aseton?

Aseton merupakan salah satu elemen yang mudah terbakar baik itu aseton baru maupun yang telah digunakan. Cairannya dapat mengiritasi kulit dan memiliki dampak negatif terhadap sistem reproduksi. Menghirup gasnya dapat menyebabkan sakit kepala, mual, dan juga menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.

Bagaimana cara menyimpan & membuang?

Di tempat kerja, simpan aseton dalam kabinet anti api. Sebagai bagian dari limbah B3 aseton perlu disimpan dalam tempat yang aman. Kumpulkan juga aseton yang telah digunakan ke sebuah botol khusus dan beri label. Jika botol aseton bekas sudah penuh, bawa ke fasilitas limbah B3. Di rumah, penghapus cat kuku juga harus dibuang melalui fasilitas limbah B3. Jangan pernah menuang aseton ke saluran air.

Apakah ada bahan alternatif?

Jika Anda memang menginginkan aseton sebagai fungsinya menghapus cat kuku, Anda sebenarnya dapat menggantinya dengan penghapus cat kuku yang bebas aseton. Tergantung dari bahan bakunya, produk tersebut tentu saja masih merupakan limbah B3, namun dengan menggunakan penghapus cat kuku yang bebas aseton, Anda dapat mengurangi iritasi pada kulit.

(diterjemahkan dan diedit dari http://greenliving.nationalgeographic.com)

0

Pengolahan Limbah Langkah Awal – REDUCE

Bagian kedua dari metode 3R dalam pengolahan limbah adalah reduce. Mengurangi di sini diartikan mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan di rumah. Dengan menerapkan beberapa langkah yang tepat dan benar, Anda dapat berkontribusi dalam menurunkan kuantitas sampah yang dihasilkan. Dengan mengurangi, Anda juga menghemat anggaran maupun pengeluaran sehari-hari di rumah. Bagaimana caranya?

1. Membeli barang sesuai kebutuhan

Jika Anda berbelanja atau membeli kebutuhan Anda, pertimbangkan matang-matang apakah barang yang Anda beli sesuai dengan kebutuhan Anda. Jangan membeli barang yang hanya digunakan sekali-kali dan usahakan membeli produk lokal.

2. Membeli barang yang bisa digunakan lagi

Jika Anda ingin membeli minuman, misalnya, coba untuk membeli botol gelas. Harganya lebih mahal, namun kemasannya dapat digunakan berkali-kali. Termasuk jika Anda ingin membeli baterai misalnya. Dengan membeli baterai yang bisa di-charge Anda mengurangi sampah baterai secara signifikan.

3. Menggunakan material alternatif untuk mengganti material beracun

Sebagai contoh Anda dapat mengunakan soda dan cuka maupun sari lemon sebagai cairan pembersih perabotan rumah tangga Anda.

Konteks dan prinsip reduce dalam pengolahan limbah juga berkaitan dengan bagaimana mengurangi energi agar tidak terlalu banyak energi yang digunakan sia-sia. Hal ini dapat Anda lakukan dengan mematikan semua peralatan elektronik jika tidak digunakan. Dengan mematikan artinya Anda mencabut kabel dari kontak listrik. Karena jika masih terpasang, konsumsi listrik masih mengalir. Barang elektronik seperti pemutar DVD misalnya menghabiskan 7.54 watt dan TV 5.99 watt jika tidak dicabut dari kontak listrik (keadaan standby). Jumlah yang cukup besar jika setiap hari Anda tidak mencabut listrik DVD / TV Anda.   

Mengurangi energi dan limbah memang membutuhkan usaha lebih. Namun dari apa yang Anda lakukan, membawa dampak yang sangat besar untuk masa depan lingkungan Anda. Dengan melakukan hal-hal sederhana Anda memberikan sumbangsih yang besar terhadap pengolahan limbah yang lebih baik. 

0

Pendidikan dalam Pemanfaatan Limbah

Sebagai masyarakat awam kita sering kali mendengar beberapa tips untuk membantu menjaga lingkungan menjadi lebih baik. Pemanfaatan limbah atau sampah sering kali lepas dari perhatian kita, namun dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita pun berkontribusi dalam skala besar. Sebagai contoh, tahukan Anda bahwa dengan mendaur ulang alumunium Anda sama dengan menghemat energi untuk menyalakan TV selama 3 jam?

Maka kampanye-kampanye hijau yang dilakukan oleh mereka yang peduli lingkungan bisa menjadi pelatuk bagi kita untuk bersama-sama memanfaatkan apa yang kita punya untuk pengolahan limbah yang lebih baik. Dimulai dari menggunakan barang-barang yang remeh seperti plastik bekas, botol plastik bekas, perkakas-perkakas yang sudah rusak, atau bahkan kertas, kita dapat membuat hal yang berguna dan bermanfaat.

Kesadaran akan pentingnya daur ulang menjadi sesuatu yang perlu ditanamkan tentunya dalam pendidikan anak. Maka di sekolah, sangatlah penting memasukkan kurikulum kreatif dengan menggunakan barang-barang bekas seperti kaleng bekas untuk dibuat wadah lilin misalnya. Atau menggunakan baju yang sudah tidak digunakan untuk membuat tas. Pendidikan mengenai pemanfaatan limbah dan sampah merupakan investasi yang sangat baik untuk lingkungan di hari depan. Anak-anak pun akan diajak untuk mulai peduli dan memperhatikan sekelilingnya.

Selain pendidikan kurikulum, guru-guru di sekolah juga perlu mendapat pelatihan atau workshop khusus mengenai bagaimana menghemat energi maupun air, atau juga bagaimana memanfaatkan sampah untuk kebutuhan praktis dalam kegiatan belajar-mengajar. Hal ini tidak membutuhkan biaya besar, dari forum antar guru saja misalnya dan saling berbagi tips mengenai pengolahan dan pemanfaatan limbah di rumah masing-masing, guru tidak hanya mengajarkan namun juga belajar darinya.

Dari sistem pendidikan yang dimaknai dengan tepat dan benar untuk masa depan anak, masa depan negara yang lebih baik, maka pemanfaatan limbah merupakan aktivitas yang bersinergi dari semua aspek. Mengandalkan pemerintah dan pelaku bisnis saja tidak akan menciptakan lingkungan hijau yang utuh. Maka, sebagai bagian dari masyarakat dan manusia berpendidikan, kita perlu berinisiatif untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

1

Berkontribusi dalam Pengolahan Air Sederhana

Membicarakan polusi, kita sering kali dihadapkan dengan beberapa kategori seperti polusi udara, tanah, dan juga air. Dalam post kali ini kita akan mencoba melihat polusi air yang dapat menyebabkan banyak masalah di dalam dan di sekitar rumah. Permasalahan utamanya biasa terjadi pada air minum, air kolam, dan air kolam renang. Pengolahan air yang tidak tepat menyebabkan beberapa sumber air dapat tercemar. Air minum, khususnya, dapat terkontaminasi dengan zat-zat yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan dapat mengubah warna maupun bau air.

  1. Logam berat dari proses industri yang menumpuk di sungai maupun danau terdekat.
    Logam berat dapat mengontaminasi air bawah tanah yang kemudian berakhir di suplai air minum. Logam berat yang terkandung dalam air dapat memperlambat perkembangan, memberikan hasil yang buruk terhadap kelahiran, dan dapat mengakibatkan kanker karena kandungan karsinogen. Logam berat juga memberikan rasa dan bau yang tidak menyenangkan dalam air minum.
  2. Polutan mikrobial
    Polusi akibat polutan dalam bentuk bakteri merupakan permasalahan utama di negara-negara berkembang yang membawa penyakit seperti kolera dan typus.
  3. Hard-water
    Air jenis ini merupakan air yang mengandung kalsium dan magnesium dalam level yang tinggi. Air jenis dapat mengakibatkan erosi pada pipa air dan masalah penyumbatan.

Beberapa hal di atas merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan air di dalam rumah menjadi tidak layak lagi untuk digunakan. Maka kita perlu mengetahu beberapa pencegahan yang dapat membantu proses pengolahan air menjadi lebih bersih. Beberapa hal yang bisa kita kontribusikan dalam kehidupan sehari-hari antara lain:

- Menghemat air dengan menutup keran air jika tidak dibutuhkan. Langkah ini dapat  membantu mencegah kelangkaan air dan mengurangi konsumsi jumlah air yang sudah terkontaminasi

- Berhati-hati dalam membuang barang ke lubang toilet. Kita dapat menghindari membuang cat air atau minyak ke lubang toilet.

- Gunakan produk-produk rumah tangga yang ramah lingkungan

- Berhati-hati dalam menggunakan pestisida untuk menghindari zat pestisida mencemari sumber air

- Jangan membuang sampah ke sungai maupun laut

Dari hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan sehari-hari kita berkontribusi terhadap proses pengolahan air bersih. Dan akhirnya air bersih dapat dinikmati oleh semua orang di rumah masing-masing.

0

Langkah Pengolahan Limbah B3 Rumah Tangga

Limbah B3 tidak hanya ditemukan dalam limbah industri manufaktur, namun juga dalam limbah industri rumah tangga. Banyak peralatan rumah tangga yang Anda gunakan di pekarangan dan rumah dapat melukai orang lain bahkan makhluk hidup lain jika tidak dikelola dengan benar. Anda mungkin akan terkejut dengan produk di rumah Anda yang memiliki label “warning” (peringatan), “caution” (hati-hati), atau “poison” (beracun). Pada dasarnya, pembuangan peralatan rumah tangga dengan label-label tersebut ke tempat pembuangan sampah biasa sangatlah tidak dianjurkan.

Barang-barang seperti cat gambar, obat serangga, minyak goreng bekas pakai, aki, tiner dan peralatan dengan zat kimia berbahaya perlu mendapatkan treatment khusus. Pengolahan limbah B3 dalam rumah tangga tidak dapat disamakan dengan pengolahan limbah organik maupun anorganik lainnya.

1. Jika memungkinkan, simpan produk-produk tersebut dalam kontainer aslinya. Jika produk tidak memiliki label, Anda dapat memberikan label peringatan sendiri. Hal ini akan membantu Anda dalam pembuangan.

2. Jangan mencampur produk. Karena dengan mencampur produk Anda tidak akan pernah tahu reaksi berbahaya seperti apa yang dihasilkan.

3. Pastikan barang Anda tidak mengalami kebocoran. Jika kontainer bocor, amankan dengan memasukkannya ke kontainer sekunder anti-bocor.

4. Kemas kontainer-kontainer tersebut dalam sebuah kotak. 

5. Jangan masukkan kontainer ke dalam kantong plastik.

6. Amankan barang-barang tersebut di tempat yang aman, jauh dari anak-anak, hewan peliharaan dan api.

Beberapa langkah di atas merupakan langkah awal Anda untuk menjaga keamanan lingkungan rumah Anda dari limbah berbahaya. Melalui kesadaran akan pengelolaan limbah B3 yang tepat Anda dapat mengurangi resiko penyakit yang dapat ditimbulkan darinya. Dari kesadaran Anda, Anda dapat berkontribusi pada pengolahan limbah yang lebih baik.

0

Memulai dari Limbah Industri Rumah Tangga Anda

Limbah industri rumah tangga merupakan limbah yang dihasilkan oleh penggunaan barang-barang konsumsi. Beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai limbah industri rumah tangga adalah pentingnya memisahkan sampah organik, anorganik, dan beracun. Sebagai contoh, sampah organik biasanya berupa sisa makanan seperti potongan sayur, buah, daging. Sedangkan sampah anorganik berupa plastik, logam, kaca, styrofoam. Sedangkan sampah beracun antara lain aki mobil, botol pestisida, obat kadaluarsa.

Dari ketiga jenis limbah industri rumah tangga ini, kecenderungan kita adalah mengumpulkan dan kemudian membakar atau membuangnya begitu saja. Sedangkan beberapa sampah dapat didaur ulang. Sampah-sampah organik bahkan dapat didekomposisasi dan dijadikan alat untuk menyuburkan tanah. Daur ulang sampah anorganik juga dapat menjadi solusi yang baik. Membakar apapun jenis sampah bukan opsi yang tepat untuk mengurangi pencemaran terhadap lingkungan. Maka langkah pertama Anda adalah memisahkan segala jenis sampah. Mengapa?

1. Memisah sampah merupakan sikap positif

Dengan memisahkan sampah berdasar jenisnya, Anda telah berkontribusi pada pengurangan pembakaran sampah yang menyebabkan polusi. Pengolahan limbah industri rumah tangga membutuhkan peran Anda dalam mengoptimalkan kerjanya. Karena dengan memisahkan sampah, Anda kembali memikirkan metode daur ulang yang tepat untuk sampah Anda.

2. Menguntungkan semua orang

Apa keuntungannya? Tentu saja jika Anda berhasil memanfaatkan sampah organik menjadi kompos dan pupuk, Anda dapat mengusahakan penghijauan di rumah Anda dan lingkungan perumahan Anda menjadi lebih nyaman. Jika Anda berhasil mengolah sampah anorganik, Anda menciptakan produk/barang baru yang bisa berguna untuk kebutuhan sehari-hari Anda.

3. Kontribusi untuk pengolahan limbah negara

Jika tiap rumah tangga melakukan pemisahan sampah dan melakukan prosedur daur ulang sederhana, pengolahan limbah dalam lingkup nasional akan menjadi lebih terarah. Jumlah pembuangan di TPA bisa direduksi dan pemerintaha maupun sektor privat dapat berfokus pada limbah-limbah industri yang tidak bisa didaur ulang oleh rumah tangga.

Maka dari keuntungan tersebut, Anda dapat memberikan sedikit keahlian Anda untuk mengolah limbah industri rumah tangga Anda sendiri. Mulailah dengan memisahkan sampah dan Anda telah bergabung menjadi masyarakat peduli lingkungan.

0

Selamat Datang di Pengolahan Limbah 101

Limbah dan pembangunan. Apa yang Anda tahu tentang kedua elemen yang sering kali tidak dipedulikan? Namun kesadaran masyarakat memang bukan diawali dari kepedulian murni. Semua berawal dari data dan fakta yang mengerikan. Pemerintah di negara berkembang menghasilkan milyaran dolar AS untuk mengolah limbah dan sampah yang selama ini dihasilkan oleh industri manufaktur. Sebagai masyarakat sipil, saya dan Anda juga bertanggung jawab di balik semua limbah dan sampah tersebut. Kita sebagai konsumen menciptakan permintaan, dan industri manufaktur memenuhi permintaan kita. Namun sering kali kita menjadi lupa, dampak apa yang kita munculkan dari permintaan kita sendiri.

Tanpa harus berteriak-teriak di depan pabrik ataupun Kementerian Lingkungan Hidup, melalui blog ini kita mau bersama membangun wacana, aksi, dan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengolahan limbah sendiri. Karena melalui diri sendiri, kita bisa memberikan dampak yang meskipun kecil mampu mengubah lingkungan sekitar kita.

Pengolahan limbah juga bukan permasalahan industri besar. Industri dan konsumsi rumah tangga juga menghasilkan limbah-limbah yang sering kali tidak dipedulikan. Menurut statistik, industri rumah tangga saja menghasilkan 10 juta ton limbah padat per tahun. Jumlah yang besar ini perlu mendapatkan perhatian. Karena PBB memberikan estimasi meningkatnya jumlah sampah hingga 2 kali lipat hingga tahun 2025.

Tanpa ada kesinambungan visi dari pemerintah, pelaku bisnis, maupun masyarakat sipil, pengolahan limbah dan sampah tidak dapat diselesaikan secara kontinu. Sebagai bagian dari masyarakat dengan akses internet dan informasi yang tinggi kita perlu memanfaatkan fasilitas ini menciptakan suasana dan budaya yang pemerhati. Melalui hal sederhana hingga hal yang besar akan dikupas dalam blog ini untuk memberikan solusi-solusi praktis sekaligus pemahaman baru bagi para pembaca.

Maka, Selamat Datang!