Pendidikan dalam Pemanfaatan Limbah

Sebagai masyarakat awam kita sering kali mendengar beberapa tips untuk membantu menjaga lingkungan menjadi lebih baik. Pemanfaatan limbah atau sampah sering kali lepas dari perhatian kita, namun dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita pun berkontribusi dalam skala besar. Sebagai contoh, tahukan Anda bahwa dengan mendaur ulang alumunium Anda sama dengan menghemat energi untuk menyalakan TV selama 3 jam?

Maka kampanye-kampanye hijau yang dilakukan oleh mereka yang peduli lingkungan bisa menjadi pelatuk bagi kita untuk bersama-sama memanfaatkan apa yang kita punya untuk pengolahan limbah yang lebih baik. Dimulai dari menggunakan barang-barang yang remeh seperti plastik bekas, botol plastik bekas, perkakas-perkakas yang sudah rusak, atau bahkan kertas, kita dapat membuat hal yang berguna dan bermanfaat.

Kesadaran akan pentingnya daur ulang menjadi sesuatu yang perlu ditanamkan tentunya dalam pendidikan anak. Maka di sekolah, sangatlah penting memasukkan kurikulum kreatif dengan menggunakan barang-barang bekas seperti kaleng bekas untuk dibuat wadah lilin misalnya. Atau menggunakan baju yang sudah tidak digunakan untuk membuat tas. Pendidikan mengenai pemanfaatan limbah dan sampah merupakan investasi yang sangat baik untuk lingkungan di hari depan. Anak-anak pun akan diajak untuk mulai peduli dan memperhatikan sekelilingnya.

Selain pendidikan kurikulum, guru-guru di sekolah juga perlu mendapat pelatihan atau workshop khusus mengenai bagaimana menghemat energi maupun air, atau juga bagaimana memanfaatkan sampah untuk kebutuhan praktis dalam kegiatan belajar-mengajar. Hal ini tidak membutuhkan biaya besar, dari forum antar guru saja misalnya dan saling berbagi tips mengenai pengolahan dan pemanfaatan limbah di rumah masing-masing, guru tidak hanya mengajarkan namun juga belajar darinya.

Dari sistem pendidikan yang dimaknai dengan tepat dan benar untuk masa depan anak, masa depan negara yang lebih baik, maka pemanfaatan limbah merupakan aktivitas yang bersinergi dari semua aspek. Mengandalkan pemerintah dan pelaku bisnis saja tidak akan menciptakan lingkungan hijau yang utuh. Maka, sebagai bagian dari masyarakat dan manusia berpendidikan, kita perlu berinisiatif untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s