Budaya Sanitasi dan Pengolahan Air Bersih

Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang menggencarkan gerakan sanitasi dan air bersih secara merata di beberapa daerah pelosok. Meskipun permasalahan air bukan menjadi masalah milik kaum terbatas akses saja, permasalahan air di daerah menjadi permasalahan dengan prioritas tinggi. Mengapa? Karena pertama, kesulitan akses dan kedua, keterbatasan sosialisasi. Pengolahan air bersih dan sanitasi yang tidak ditangani secara merata dapat mengancam kesehatan dan ketahanan masyarakat secara luas. Apalagi melihat data PBB 2010, masih terdapat 63 juta penduduk Indonesia yang tidak memiliki toilet.  Dan menurut data World Bank’s Water and Sanitation Program (WSP), akses sanitasi perdesaan tidak mengalami pertambahan berarti selama 30 tahun terakhir,

Susahnya Bangun Kesadaran

Melihat situasi pembangunan dan perkembangan yang tidak merata, maka urusan pengolahan air bersih dan sanitasi membutuhkan kesadaran masyarakat juga. Namun membangun kesadaran masyarakat bukanlah hal yang mudah. Padahal kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sanitasi dan pengolahan air bersih menjadi penentu bagi sistem yang lebih baik. Tidak cukup hanya dengan mengandalkan keputusan pemerintah maupun badan privat untuk membantu sistem sanitasi dan air bersih.

Yang menjadi permasalahan adalah terbiasanya masyarakat di desa dengan kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat, seperti BAB sembarangan atau membuang kotoran hewan ke sungai. Hal ini tentu dapat mencemari pengelolaan air yang coba dibangun. Maka beberapa LSM di Indonesia melalui gerakan sanitasi dan air bersih mencoba memberikan sosialisasi mengenai bahayanya kebiasaan tidak sehat. Meskipun demikian jika masyarakat masih bersikeras mempertahankan kebiasaan tersebut, peningkatan sistem sanitasi dan pengolahan air bersih tidak menjadi signifikan seperti yang diharapkan.

Mulai Dari Diri Sendiri dan Masyarakat Terdekat

Maka, ketika sosialisasi mengalamai perlambatan, kita sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki akses yang lebih baik perlu membangun kesadaran sanitasi yang lebih menyeluruh. Jika diri sendiri telah menyadari pentingnya hal tersebut, kita perlu mensosialisasikannya dengan orang-orang terdekat seperti teman-teman dan keluarga. Dengan membudayakan dari lingkungan terdekat, kita dapat berkontribusi bagi budaya yang lebih baik di lingkungan yang lebih luas.

One thought on “Budaya Sanitasi dan Pengolahan Air Bersih

  1. Pingback: Metode Pengolahan Air Domestik | Kenal Pengolahan Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s