Pemanfaatan Limbah Jadi Energi

Teknologi yang semakin canggih dan inovasi pengolahan limbah yang juga semakin berkembang memunculkan adanya inovas mengubah pembakaran sampah menjadi energi alternatif. Inovasi ini telah dilakukan di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa. Teknologi ini pada intinya merupakan pemanfaatan limbah melalui pembakaran dan panas yang dihasilkan dari pembakaran tersebut diolah untuk menjadi energi yang dapat digunakan dalam skala besar. Metode 3R berkembang menjadi 4R (reuse, reduce, recycling, recovery for energy).

PRO LIMBAH-JADI-ENERGI

Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang recovery limbah di Amerika Serikat, Convanta, memberikan beberapa fakta menarik mengenai di balik pemanfaatan limbah menjadi energi melalui pembakaran. Bahwa pembakaran sampah untuk dijadikan energi mampu mengurangi jumlah emisi metana tanah akibat pembuangan darat. Untuk setiap 10 ton sampah yang masuk ke dalam fasilitas, 1 ton emisi gas rumah kaca dapat dihindari. 2/3 material yang dibakar adalah energi biomassa. Dan 1/3 lainnya adalah bahan bakar fosil. Scientific American bahkan memberikan perhitungan apabila limbah global dikelola seperti bagaimana Eropa mengelola sampah – daur ulang lebih banyak, menggunakan proses limbeh-jadi-energi dan membatasi penggunaan tanah sebagai tempat pembuangan – emisi gas rumah kaca dapat dikurangi hingga 1 milyar ton per tahun. 

KONTRA LIMBAH-JADI-ENERGI

Dari data tersebut, kita dapat bergembira karena ternyata dengan teknologi dari negara maju, sampah dapat dikelola dengan sangat baik. Namun ternyata proses tersebut tidak mendapatakn persetujuan dari beberapa pihak. Ada ketakutan, bahwa budaya daur ulang yang selama ini telah dikembangkan akan hilang begitu saja karena akhirnya membuat masyarakat kembali lagi pada pembakaran. Pemanfaatan limbah menjadi energi merupakan inisiatif yang sangat baik namun jika tidak didukung dengan sosialisasi budaya yang tepat, akan sangat disayangkan. Dan ternyata pembakaran sampah tidak menutup kemungkinan adanya kegagalan, karena efek kegagalannya menyebabkan limbah yang mengandung merkuri pada level yang cukup tinggi.

Perdebatan yang tak kunjung akhir ini membawa pada kesimpulan, bahwa hingga saat ini belum ditemukan teknologi sempurna untuk menciptakan energi alternatif yang mampu bertahan dengan baik. Baik itu nuklir maupun melalui pembakaran sampah, pemanfaatan limbah belum mencapai inovasi yang sempurna, sehingga dalam prosesnya perlu ada check & balance yang sesuai dan tepat.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s