Limbah B3 Dibuang ke Gunung Berapi?

Majalah Slate mengadakan sebuah survei berupa pertanyaan dan bagi para pembacanya, salah satu pertanyaan yang menarik adalah ‘mengapa kita tidak membuang limbah B3 ke dalam gunung berapi aktif, salah satu pembakar bersuhu tinggi?’ Pertanyaan ini sangat menarik. Melihat manajemen limbah melalui pembakaran yang dilakukan perusahaan belum terbukti efekti mengatasi permasalahan limbah.

Namun majalah Slate memberikan jawaban: karena bagian beracun akan dikeluarkan kembali oleh gunung berapi.

Amerika Serikat membakar lebih dari 90% limbah medisnya. Namun membakar perban dipenuhi darah, jarum bekas, dan organ bekas operasi (seperti usus buntu) dapat menciptakan berbagi produk berbahasya. Pembakaran di rumah sakit menggunakan filter sebelum dibuang ke tanah, dan semua gas maupun abu dari volkano dibuang langsung menuju atmosfer.

Selain itu, berapa suhu volkano tidak ada yang tahu pasti. Sedangkan suhu pembakaran normal adalah lebih dari 1600 derajat Fahrenheit dengan ukuran 1800-2000 derjat untuk mengurangi emisi berlebuha. Lahar yang meleleh memang cukup panas untuk melakukan aktivitas pembakaran limbah B3, dimana suhu rata-ratanya sekitar 1800-1900 derajat. Namun suhu tepatnya tergantung dari volkano itu sendiri.

Akan jadi ide yang lebih buruk lagi jika membuang limbah B3 nuklir ke dalam volkano. Pembakaran tidak memiliki efek pada bahan bakar nuklir. Pembakaran juga tidak mengurangi radioaktif menjadi limbah level rendah seperti baju terkontaminasi. Salah satu alasan untuk membakar sampah radioaktif adalah untuk mengurangi volumenya supaya lembih mudah untuk diisolasi. Sama seperti limbah media, cara ini juga berbahaya karena volkano dapat memuntahkannya kembali.

Tanpa limbah B3 dari industri medis maupun limbah radioaktif, volkano telah memiliki gas yang berbahaya bagi lingkungan. Gunung berapi aktif dapat menyebabkan hujan asam dan kabut vulkanik yang berbahaya. Maka dari itu membuang limbah berbahaya ke dalam kawah gunung berapi bukanlah solusi yang terbaik.

(diterjemahkan dan diedit dari http://www.slate.com/)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s