Pengenalan Pengolahan Air Limbah Bank Dunia

Bank dunia sebagai salah satu institusi internasional menjadi institusi yang diharapkan dapat memberikan panduan bagi negara-negara anggotanya untuk mengembangkan perekonomian baik itu dari segi makro maupun infrastruktur. Berangkat dari kebutuhan tersebut dalam praktiknya Bank Dunia telah memberikan panduang dalam banyak hal termasuk pada sektor industri. Tidak hanya berupa panduan, Bank Dunia juga memberikan pilihan teknis bagi negara dalam pengolahan air limbah.

Pengolahan primer (mekanikal) didesain untuk mneghilangkan benda-benda padat yang tidak digunakan dan mengambang dari air limbah. Pengolahan air limbah ini termasuk menyaring objek padat dan proses sedimentasi melalui gravitasi untuk menghilangkan benda padat yang tidak digunakan. Tingkat pengolahan ini sering disebut juga sebagai pengolahan mekanik, meskipun beberapa bahan kimia juga dilibatkan untuk mempercepat proses sedimentasi. Pengolahan primer dapat mengurangi tanah lumpur (BOD) dari air limbah 20-30% dan mengurangi benda padat tak dipakai sebanyak 50-60%. Langkah ini biasanya menjadi langkah awal dari pengolahan air limbah.

Pengolahan sekunder (biologis) menghilangkan material organik yang tidak dapat disaring di pengolahan primer. Pengolahan ini menggunakan mikroba yang akan memakan organik tersebut dan mengubahnya menjadi karbon dioksida, air, dan energi untuk pertumbuhan dan reproduksinya sendiri. Proses pengolahan air limbah biologis ini menghilangkan 85% benda padat tak dipakai dan tanah lumpur juga dapat dihilangkan dengan pengolahan sekunder ini.

Pengolahan tersier sederhananya merupakan pengolahan tambahan yang jauh lebih canggih dibanding pengolahan sekunder. Pengolahan tersier dapat menghilangkan 99% impuritas dalam lumpur, dan dapat memproduksi kualitas air siap minum. Teknologi yang digunakan tentu sangat mahal dan membutuhkan teknisi tingkat tinggi dan operator peralatan yang sudah dilatih, suplai energi yang stabil, dan peralatan kimia spesifik yang belum tersedia secara sempurna.

Penggunaan disinfektan, dengan klorin, juga dapat menjadi langkah terakhir pengolahan air limbah. Namun beberapa otoritas lingkungan menekankan bahwa residu klorin di pembuangan dapat menyebabkan permasalahan. Maka langkah ini dihilangkan dalam proses. Disinfektan biasanya dibangun juga di instalansi pengolahan namun tidak dipraktikkan secara efektif karena harga klorin yang mahal.

(diedit dan diterjemahkan dari Bank Dunia)

One thought on “Pengenalan Pengolahan Air Limbah Bank Dunia

  1. Pingback: Pendekatan Pengolahan Air USAID | Kenal Pengolahan Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s