Pengolahan Air untuk Ekosistem Eropa

“European waters – current status and future challenges” merupakan laporan yang disampaikan oleh European Environment Agency (EEA) dan dipublikasikan di awal 2013. Laporan ini memberikan gambaran mengenai status dan kondisi air di Eropa dimana ada kekhawatiran mengenai permasalahan pengolahan air yang mempengaruhi ekosistem. Negara-negara di Eropa meyakini bahwa ekosistem yang kuat perlu dipertahankan, karena ekosistem mampu memberikan pengaruh dan jasa yang penting. Sebagai contoh memperbaharui tanah lembab bukan hanya baik untuk biodiversitas namun juga untuk filtrasi air, retensi air, dan mencegah banjir. Meskipun menjadi hal yang esensial, hal ini tidak diperhitungkan dalam sistem ekonomi dan finansial saat ini.

EEA mengatakan bahwa kebutuhan dan pengolahan air tidak lagi hanya menyangkut manusia namun juga ekosistem. Direktur EEA menyatakan bahwa air bersifat tak terhingga dan aktivitasnya akan terbatas dalam kondisi polusi serta akhirnya menganggu sumber daya ekosistem yang digunakan manusia.

Ekosistem Berada di Bawah Tekanan
48% air permukaan berada pada status ekologi yang baik merupakan tujuan Water Framework Directiv (WFD) di tahun 2015. Untuk memenuhi target ini, pengolahan air difokuskan pada pengurangan polusi dan perbaikan fitur alami. Efek permasalahan ini jelas, bahwa 63% habitat danau dan sungai Uni Eropa dilaporkan memiliki status konservasi yang tidak layak.

Modifikasi Air Melukai Ekosistem
Adanya modifikasi pada tubuh air (status hidromorfologi) juga menyebabkan permasalahan di 52% air permukaan. Modifikasi artifisial seperti bendungan dapat mencegah tumbuhan dan binatang bermigrasi maupun bereproduksi.

Masalah Polusi Air Eropa
Permasalahan yang terjadi di Eropa adalah polusi nitrat dalam pupuk agrikultur. Level nitrat yang terlalu tinggi dapat merusak tanah dan akhirnya mampu merusak kualitas air. Pengolahan air bersih dan aman untuk ekosistem terhambat karena air yang akan digunakan terpolusi juga oleh fosfat dan amonia dari pupuk.

Penggunaan Air yang Tidak Efisien
Sektor agrikultur Eropa sering kali tidak menggunakan air secara efektif. Terlalu banyak air yang digunakan sehingga pada musim panas terjadilah kekeringan. Pengolahan air agrikultur tidak dimaksimalkan sehingga ada kelangkaan suplai air yang berarti dan mempengaruhi ekosistem secara spesifik.

(diterjemahkan dan diedit dari EEA)

One thought on “Pengolahan Air untuk Ekosistem Eropa

  1. Pingback: Manifestasi Krisis Pengolahan Air India | Kenal Pengolahan Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s