Solusi Krisis Pengolahan Air

Lemahnya sistem pengolahan air yang tepat menyebabkan terjadinya krisis air yang ternyata tidak hanya dirasakan oleh negara-negara berkembang, namun juga negara-negara maju. Permasalahan ini dibuktikan dengan data dari PBB mengenai prediksi jumlah penduduk dunia yang akan mengalami kelangkaan air.

Permasalahan di negara berkembang dinilai karena adanya salah pengolahan air dan kesalahan prioritas yang dilakukan otoritas maupun masyarakat pada umumnya. Namun di negara maju, krisis air lebih ke masalah konsumsi dan kesadaran. Maka dari itu circleofblue.org memberikan berbagai macam solusi yang dapat dipraktikkan sebagai solusi dalam mengatasi krisis air. Beberapa di antaranya adalah:

Edukasi untuk mengubah konsumsi dan gaya hidup

Langkah ini memang merupakan langkah berorientasi jangka panjang. Hasilnya tidak dapat dilihat secara kasat mata namun berdampak di masa depan. Permasalahan krisis air juga disebabkan oleh adanya gaya hidup boros air sehingga sesistematis apapun otoritas bergerak dalam pengolahan air, sistem tersebut tidak didukung dengan konsumsi yang tepat. Permintaan akan air bersih meningkat 3 kali lipat dan jika permintaan ini tidak dikelola oleh masyarakat sendiri, maka konsumsi air akan menjadi terbuang sia-sia.

Penemuan teknologi konservasi yang baru

Daerah yang mudah mengalami kekeringan dengan curah hujan yang tidak dapat diprediksi membutuhkan inovasi teknologi pengolahan air. Teknologi ini perlu diusahakan untuk mengkonservasi air dan berusaha untuk mencegah kelangkaan. Sebagai contoh menemukan teknologi untuk menyimpan dan membersihkan air hujan agar layak digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Daur ulang air limbah

Pada bulan Maret 2010 panelis Hari Air Dunia mengajukan inisiatif untuk menciptakan pola pikir baru dalam pengolahan air limbah. Beberapa negara seperti Singapur, berusaha mendaur ulang dengan memotong import air dan berusaha untuk mencukupkan negaranya dengan sumber daya alamnya. Dan dengan teknologi serta sistem yang mencukupi, air limbah dapat didaur ulang dan diproduksi kembali agar aman untuk dikonsumsi. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s