Manajemen Limbah Industri & Perubahan Iklim

Pada skala global, manajemen limbah memiliki kontribusi minor terhadap pelepasan emisi gas rumah kaca. Pada tahun 2005, UNEP mengestimasikan bahwa sektor tersebut berkontribusi 3-5% dari total emisi. Dan kontribusi ini dihasilkan oleh sistem pengolahan limbah industri dan pembuangan limbah. Meskipun demikian, pencegahan dan perbaikan sistem pengolahan limbah industri dapat berkontribusi pada pengurangan emisi yang akhirnya juga akan berpengaruh pada ekonomi. Pendekatan holistik mengenai manajemen limbah industri memiliki konsekuensi positif dalam pengurangan emisi gas rumah kaca, baik itu pada sektor industri energi, perhutanan, pertanian, pertambangan, transportasi, dan manufaktur.

Lemah Data

Setiap praktik manajemen limbah industri menghasilkan emisi gas rumah kaca, baik itu secara langsung (emisi dari proses itu sendiri) dan tidak langsung (melalui konsumsi energi). Dampak keseluruhan pada iklim maupun keuntungan dari sistem manajemen limbah industri akan bergantung pada jumlah bersih emisi gas rumah kaca. Namun angka pasti dari emisi ini sulit untuk dideterminasi dikarenakan lemhanya data jumlah limbah industri di seluruh dunia, serta ketidaktepatan model manajemen emisi. Namun sejauh ini negara anggota OECD merupakan kelompok negara penghasil metan terbesar.

Lemah Pendekatan

Meskipun telah banyak metode dan sistem yang telah diterapkan, tetap terdapat kelemahan pada pendekatan kohesif yang menghasilkan kesenjangan, duplikasi, dan disparitas kawasan ketika program UNEP dalam pengolahan limbah industri ditawarkan. UNEP melihat perlu adanya mekanisme terpusat dimana kolaborasi dengan organisasi yang sudah ada dapat terbentuk. Hal ini untuk memastikan tercapainya akses informasi yang merata, penggunaan sumber daya efektif, dan mempraktikkan transfer teknologi sederhana dan pengetahuan kepada negara-negara berkembang. 

Berangkat dari pentingnya pendekatan tersebut, UNEP menempatkan dirinya untuk membantu sebagai katalis dari aksi mitigasi perubahan iklim melalui sektor limbah industri. Bersama dengan organisasi yang sudah ada UNEP akan memberikan inisiatif yang lebih efektif secara global. UNEP memiliki peran yang sangat besar untuk menjadi pemimpin proyek PBB ini dan memperkuat kemitraan dalam sistem pengolahan limbah industri. Pembangunan kerangka strategi untuk mengimplementasi mekanisme yang diajukan membutuhkan masukan dari berbagai pemangku kepentingan. Maka itu keterlibatan semua pihak menjadi salah satu elemen penting bagi pencegahan perubahan iklim.

 (disadur dari Executive Summary UNEP Publication 2010, Waste & Climate Change)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s