Limbah Industri Otomotif

Industri otomotif merupakan salah satu industri manufaktur yang tidak sekedar memenuhi kebutuhan masyarakat akan kepemilikan transportasi, namun juga sebagai bagian dari inovasi teknologi yang semakin maju. Manajemen limbah industri otomotif juga memiliki tahap serta proses khusus agar limbah-limbah tersebut tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Salah satu perusahaan otomotif besar di Amerika Serikat, General Motors, dalam cetak biru yang diterbitkan tahun 2012 menginisiasi beberapa langkah strategis dalam manajemen limbah.

Landfill Free Area

Proyek manajemen limbah GM ditujukan untuk mengurangi jumlah limbah yang dibuang di tempat pembuangan akhir. Hal ini secara tidak langsung menjadi strategi untuk mengurangi jumlah limbah industri otomotif secara keseluruhan. Strategi ini mengintegrasikan rencana tujuan pengurangan limbah industri di level fasilitas dengan fasilitas sistem kerja baik itu dari penyuplai maupun penyedia jasa. Perencanaan ini perlu diawasi, diukur dan dilaporkan performanya dalam kurun waktu bulanan yang didasarkan pada tujuan pengurangan limbah industri tadi. Akhirnya pengumpulan data tersebut dapat membantu identifikasi kesempatan proyek dan memungkinkan adanya komunikasi yang lebih baik. 

Langkah Awal

Untuk mencapai tujuan tersebut, GM mengembangkan beberapa langkah yang diterapkan secara sistematis. Beberapa langkah awal yang dapat dimulai oleh

1. Data Track Waste

Secara sederhana, kita dapat mengolah sesuatu yang tidak dapat diukur. Maka pencarian dan pengumpulan data mengizinkan perusahaan untuk mengkomprehensikan semua material yang dikumpulkan  untuk digunakan lagi atau didaur ulang sehingga ada perbaikan usaha pengolahan. Limbah industri otomotif membutuhkan rencana tujuan yang spesifik dan terukur agar penanganannya menjadi tepat guna.

2. Define Zero Waste

Program zero waste merupakan sebuah kampanye kualitatif yang dicanangkan secara global. Namun dalam industri spesifik tidak ada standar yang terukur dari kampanye tersebut. Maka perusahaan perlu mengidentifikasi kriteria khusus dalam mewujudkan fasilitas zero waste.

3. Memprioritaskan Aktivitas Reduksi-Limbah

Salah satu langkah utama untuk memprioritaskan limbah adalah dengan menyusun perencanaan fasilitas bebas lahan pembuangan. Hal ini dapat dimulai dengan mengeliminasi material, penggunaan ulang material onsite maupun offsite, mendaur ulang, pembuatan kompos, dan konversi limbah industri menjadi energi. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s