Kembali ke Dasar Limbah Industri

Perbincangan mengenai limbah memang belum ada habisnya. Permasalahan yang muncul baik dari segi lingkungan, efisiensi produksi, maupun konsumsi, menjadi topik yang sering kali dibahas, dievaluasi, dan dicari langkah inovatifnya. Jika kita sedikit kembali menengok ke belakang, pada dasarnya rantai limbah industri dikenal beberapa istilah yaitu limbah pra-konsumsi atau paska-industri dan limbah paska-konsumsi. Kedua istilah ini tentunya mengacu pada hal yang berbeda, di mana limbah yang dihasilkan pun memiliki formasi dan penanganan yang berbeda.

Limbah Pra-Konsumen

Sebenarnya kita mengenal limbah ini dengan istilah limbah industri, yaitu limbah yang dihasilkan dari produksi manufaktur barang-barang yang nantinya akan digunakan oleh publik. Limbah ini dihasilkan dari proses produksi pabrik dalam bentuk padat, cair, maupun gas. Sebagai contoh industri makanan kemasan menggunakan bahan mentah seperti buah-buahan. Maka, kulit, biji, sisa daging yang sudah tidak digunakan dalam produksi  merupakan limbah pra-konsumen.

Limbah industri pra-konsumen juga dikenal sebagai kontiributor perusak lingkungan, karena tidak sedikit limbah ini mengandung bahan-bahan berbahaya dan beracun. Pembuangan yang tidak diolah dan dikelola dengan sistematis berpotensi mencemari lingkungan secara signifikan. Apalagi pembuangan ke daratan biasa akan mencemari tanah maupun sumber air bawah tanah didalamnya. Maka pengolahan limbah ini membutuhkan tenaga ahli dan sistem khusus.

Limbah Paska-Konsumen

Limbah idustri paska-konsumen lebih ramah dikenal dengan sampah. Sisa-sisa barang yang telah dikonsumsi dan tidak digunakan lagi termasuk dalam limbah ini. Biasanya barang ini berupa kemasana, atau sisa-sisa produk (misal remah makanan, cairan-cairan sisa). Limbah ini pada dasarnya jauh lebih mudah untuk dikontrol karena konsumen memiliki peluang lebih besar untuk mengurangi dan mendaur ulang.

Tanggung jawab pengolahan limbah industri paska-konsumen diserahkan ke tangan konsumen dan diharapkan konsumen dapat memanfaatkan limbah ini. Pihak industri tidak dapat mengontrol kembali produk mereka ketika sudah berada di tangan konsumen. Pihak industri memiliki peran lain seperti mencari inovasi pengemasan yang lebih ramah lingkungan atau lebih mudah didaur ulang. Namun setelah produk di tangan konsumen, penanganan limbah menjadi peran konsumen juga.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s