Nuklir dan Pengolahan Limbah Radiasi

Pengolahan limbah radiasi nuklir merupakan salah satu isu kontroversial. Peristiwa Chernobyl dan Fukushima merupakan dua fenomena yang memunculkan kecurigaan tentang bahaya energi nuklir. Perkenalan dunia akan dampak nuklir terjadi pada akhir Perang Dunia II dimana Amerika Serikat menjatuhkan bom atom ke dua kota industri Jepang, Nagasaki dan Hiroshima. Efek dari bom atom bahkan masih dirasakan hingga sekarang, termasuk senjata biologis agent orange yang diluncurkan Amerika Serika pada Perang Vietnam. Negara yang mengembangkan teknologi nuklir dianggap belum mampu menangani dampak limbah radiasi yang dihasilkan.

Limbah nuklir memiliki efek berkesinambungan dibanding limbah B3 pada umumnya. Limbah radiasi memiliki sifat geneologis. Artinya jika limbah tersebut masuk ke tubuh makhluk hidup, keturunannya akan mendapatkan dampak. Jika pengolahan limbah radiasi mengalami kerusakan sistem, dampak kesehatan sangat sulit untuk diantisipasi secara utuh.

Bagi para aktivis lingkungan, jika terjadi kesalahan pada pengelolaan energi nuklir, dampaknya terlalu besar. Risikonya tidak sebanding dengan apa yang dihasilkan dari energi nuklir. Ditambah lagi adanya kemungkinan nuklir menjadi senjata pemusnah massal membuat beberapa kelompok masyarakat menolak mentah-mentah penggunaannya.

Namun di sisi lain, energi nuklir mampu menjadi revolusi konsumsi energi dunia. Suplai uranium di dunia masih cukup banyak dibandingkan suplai bahan bakar fosil yang mulai mengalami kelangkaan dan butuh ribuan tahun lagi untuk menghasilkan suplai tersebut.

Selain karena kebersihan, dengan teknologi yang sudah berkembang saat ini, energi nuklir dapat diatur sedemikian rupa, termasuk dalam pengolahan limbah. Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) kemudian dibentuk untuk menjadi pengawas bagi negara-negara pengembang nuklir dan kontrol serta evaluasinya dilakukan secara ketat. Secara sistem kebijakan maupun pelaksanaan, nuklir sebagai energi alternatif mampu dikembangkan dengan baik. Namun dalam pengembangannya negara-negara perlu mempertimbangkan kesiapan mereka dalam sistem pengolahan limbah radiasi level terburuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s