Pengolahan Limbah Padat Perkotaan

Pada tahun 1999 Bank Dunia mempublikasikan What a Waste: Solid Waste Management in Asia, dengan mengestimasukan kuantitas limbah dan komposisinya di Asia. Dalam dekade selanjutnya data mengenai limbah di Asia menjadi lebih akurat dan komprehensif.

Dari pendataan tersebut makan pengelola limbah padat kota memiliki tugas yang sangat besar: menyingkirkan limbah dengan manner yang ekonomis, sosialis, dan mengoptimalkan kondisi lingkungan. Pengolahan limbah padat hampir selalu menjadi tanggung jawab pemerintah lokal dan memakan biaya yang cukup besar, terutama di negara berkembang.

Limbah padat merupakan salah satu polutan lokal yang juga dapat mempengaruhi terjadinya banjir dan polusi air. Para pengambil kebijakan pengolahan limbah lokal perlu berhadapan dengan aspek pengolahan limbah padat yang terintegrasi serta menciptakan perubahan demografi di tempat kerja dan manajemen staff.

Pengolahan limbah padat kota merupakan layanan yang intensif. Perkotaan membutuhkan kapasitas dalam pengusahaan, manajemen kontrak, manjemen profesional dan pekerja, dan para ahli di bidang modal dan penganggaran operasi serta keuangan. Limbah padat perkotaan membutuhkan kontrak sosial yang kuat antara lembaga perkotaan dan komunitas.

Laporan What a Waste memberikan estimasi mengenai limbah di Asia Selatan dan Asia Timur. Aliran limbah ini merepresentasikan sekitar 33% jumlah total limbah dunia. Prediksi pertumbuhan pada laporan What a Waste sebagian besar akurat dan pada banyak kasus, dimasukkan pada kontraksi ekonomi. Hal ini lebih tepatnya terjadi di Cina dimana pada tahun 2004 Cina mengalahkan AS sebagai negara pencetak limbah terbesar di dunia. Pada tahun 2030, Cina akan memproduksi limbah padat perkotaan dua kali lipat lebih banyak dari AS.

Limbah padat perkotaan merupakan hasil dari gaya hidup konsumen yang tentunya mendorong perekonomian dunia. Di banyak kota, cara yang paling cepat untuk mengurangi volume limbah adalah mengurangi aktivitas ekonomi, dan opsi ini bukan opsi yang menarik. Emisi gas rumah kaca, polusi air, dan gangguan endokrin merupakan produk yang dihasilkan dari gaya hidup urban. Pengolahan limbah pada perkotaan membutuhkan pemahaman dalam konteks global dan interkoneksinya dengan eknomi serta polusi lokal maupun global.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s