Tantangan Solusi Pengolahan Air

Merancang strategi pengolahan air tentunya bukan hal yang mudah mengingat permasalahan air melibatkan berbagai variabel yang saling terkoneksi. USAID sebagai salah satu institusi yang mempublikasikan strategi utamanya dalam solusi pengolahan air menyampaikan berbagai tantangan. Kepadatan populasi dunia memang menjadi salah satu tantangan utama di mana kenaikan jumlah populasi didukung dengan kenaikan konsumsi energi, kenaikan urbanisasi, bencana alam, isu perubahan iklim, dan bahkan lemahnya kepemimpinan negara.

Berangkat dari isu itu, USAID menjabarkan tantangan kritis yang perlu dipahami:

Kekurangan Akses terhadap Air Minum dan Sanitasi

Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) hingga tahun 2015 menargetkan adanya keseimbangan antara jumlah populasi dengan akses terhadap air minum dan sanitasi mendasar. Menurut data PBB, 783 juta orang tidak memiliki akses terhadap air minum dan 2.5 milyar orang masih belum mendapatkan akses sanitasi. Permasalahan ini tentunya terjadi di banyak negara-negara berkembang dan paling parah di daerah sub-Sahara Afrika.

Tantangan ini membutuhkan solusi pengolahan air yang strategis karena beban kehidupan perempuan khususnya menjadi bertambah berat. Segala kebutuhan rumah tangga yang berhubungan dengan air menjadi tanggung jawab perempuan bahkan anak-anak perempuan. Akhirnya beban ini membawa dampak langsung pada tingkat hidup dan tingkat kesehatan.

Terbatasnya Akses Air Bersih terhadap Ketahanan Pangan

Ketergantungan antara ketahanan pangan dan pengolahan air yang berkelanjutan merupakan hubungan yang signifikan. Secara global, industri pertanian mengonsumsi 70% sumber air bersih dan tentunya digunakan juga dalam sistem irigasi. Bahkan hingga tahun 2050 diprediksikan bahwa permintaan pangan akan meningkat hingga 70%. Penggunaan air dalam jumlah yang besar membuat produksi pangan juga merepresentasikan jumlah permintaan air bersih. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena lemahnya solusi pengolahan air akan mengancam ketahanan pangan dunia.

Dampak Perubahan Iklim pada Sumber Daya Air

Dampak perubahan iklum dapat dilihat dari fenomen lautan dan puncak gunung. Lelehnya glasier dan menurunya snowpack meningkatkan variabilitas aliran air dan berkontribusi terhadap suplai yang menurun. Meningkatnya tingkat permukaan air laut akan meningkatkan juga intrusi air garam pada delta sungai dan juga mempengaruhi kualitas sumber air minum.

Risiko perubahan iklim tersebut membutuhkan penanganan dan pemahaman yang menyeluruh. Solusi pengolahan air perlu berkolaborasi secara strategis dengan solusi perubahan iklim. Pendekatan pembangunan dalam kerangka besar menjadi guideline yang akan digunakan untuk mencapai solusi teintegrasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s